Header Ads Widget

Responsive Advertisement
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI LELAMAN KAMI

Kiat Menulis Buku dalam Seminggu

Resume pertemuan kesembilanbelas.

Kegiatan Pelatihan Belajar Menulis PGRI

Pada 15 Pebruari 2021 pukul 19.00 sampai dengan 21.00

Dengan narasumber Bapak Prof. Richardus Eko Indrajit  dan moderator Ibu Aam Nurhasanah.


Sudah menjadi tabiat kita saat  bertemu dengan siapa saja apalagi bertemu dengan teman lama akan bercerita, ngobrol kesana  kemari bahkan terkadang sampai lupa waktu. Itu wajar. Apalagi jika selama seminggu liburan dengan anak dan istri/suami, akan menghasilkan pembicaraan atau cerita banyak sekali. Seandainya pembicaraan dalam satu dituangkan dalam bentuk tulisan akan menghasilkan tulisan yang banyak sekali. Begitu juga dengan pengalaman kita setiap hari dari pagi hingga petang. Jika dituliskan akan menghasilkan tulisan berlembar-lembar jumlahnya. 

Jika kita punya komitmen menuliskan pengalaman setiap hari, dalam satu bulan akan terkumpul puluhan bahkan ratusan halaman yang dapat dijadikan buku. Secara sederhana, salah satu cara untuk menulis dan menerbitkan buku dalam satu Minggu dengan memilih dan  menuliskan hal-hal yang kita sukai dan kuasai. Setiap manusia mempunyai hobi, kegemaran, kesukaan, cerita, dengan beragam topik. Pilih salah satu topik  untuk ditulis menjadi buku.  

 Kiat menulis buku dengan cepat

Mengubah komunikasi lisan ke  komunikasi tulisan.

Memilih satu topik yang amat DISUKAI dan DIKUASAI.

Menulis satu halaman perhari secara  rutin. Kalau sudah ketagihan naikkan porsi hingga 2 - 5 jalan perhari.

Menggunakan waktu yang paling tepat untuk menulis.

Mengaitkan menulis dengan momen-momen istimewa berharga atau istimewa.

Menjadikan menulis  sebagai sarana meningkatkan imun tubuh.

Menulis dengan tujuan untuk dikenal di masa yang akan datang

Menerima tawaran untuk menulis buku dalam seminggu.


Cara sukses mengikuti challenge menulis dalam seminggu

Bergabung dengan komunitas yaitu Grup WA

Sebelum mengikuti program ini, mengetahui syarat-syarat sebuah naskah yang diterima  oleh para publisher.

Komitmen menulis dengan meluangkan waktu minimal dua jam sehari.

Melakukan riset di internet guna memilih judul maupun tema tulisan.


 Solusi dalam menulis

Macet atau kehabisan ide  ketika menulis Biasanya terjadi karena badan kita lelah. Untuk mengatasinya kita  bisa bersantai-santai, olah raga sebentar, mendengarkan musik atau  bermain dengan anak-anak atau hal lain yang menjadikan ide muncul kembali.

Menulis cepat bisa dilakukan ketika berada pada lingkungan yang kondusif. Sebagian orang baru bisa menulis cepat saat suasana tenang. Namun tiap orang mungkin  berbeda-beda.

Cara menulis paling mudah untuk pendidikan adalah membuat bunga rampai. Setiap hari, usahakan mencari SATU PESAN yang ingin disampaikan dalam tulisan. Misalnya pesan mengenai PENTINGNYA KEJUJURAN, atau pesan mengenai BELAJAR KELOMPOK YANG MENGASYIKKAN, atau pesan terkait dengan CARA BROWSING YANG EFEKTIF atau mungkin juga masalah BELAJAR TANPA KUOTA INTERNET. Dari pesan itu, buatlah sebuah tulisan. Kalau setiap hari menulis satu pesan, dalam sebulan khan ada 30 pesan. Jadilah  BUNGA RAMPAI TULISAN dalam bidang PENDIDIKAN. Menulis karya bunga rampai jauh lebih mudah dibanding membuat buku yang di dalamnya terdapat struktur bahasan yang logis dan teratur.

"Setiap tulisan itu sudah ada pembacanya masing-masing." Tidak mungkin kita buat tulisan yang bisa memuaskan banyak orang. 

"Jika anda melakukan hal-hal yang anda sukai, anda tidak akan merasa bekerja satu detik pun!" Menulis, bekerja, mendidik, mengasuh anak, itu adalah satu tarikan nafas. Jangan mau diatur oleh waktu, kita yang harus mengatur waktu. 

Untuk tulisan yang membutuhkan referensi dari jurnal, bisa dilakukan dengan dua cara;

 *Kita tulis dulu semua yang ada di kepala kita tanpa melihat referensi, setelah jadi baru kita mencari referensi pendukungnya.

*Kita baca dulu sebanyak mungkin referensi yang ada, baru kemudian kita mulai menulis sampai tuntas. 

"Dalam menghasilkan karya tulisan, tidak perduli beberapa kali kita jatuh dan dicemoohkan orang, tapi lihatlah berapa kali kita dapat bangun dan bergerak untuk menulis lagi setelah belajar dari peristiwa masa lalu!". Fokuskan pada orang yang menyukai dan memuji tulisan kita. 


Posting Komentar

0 Komentar